Selasa, 05 Oktober 2010

Setting Modem Ivio iv-2000u Pada Ubuntu 10.04


Akhirnya aku sukses juga mensetting modemku di ubuntu 10.04

Setelah sukses dengan penyelarasan modemku dengan ubuntu ku, aku juga pingin berbagi bagaimana settingan nya. Padahal jujur saja aku gak punya kemampuan untuk mengoprek2 hardware & software PC ku. Ini saja sampai sekarang memeory (file D) hard disk ku terhidden dengan sendirinya saat aku mencoba install ubuntu 10.04 lucid lynx. Tapi dasar kemauan lagi mengebu, kendala seperti itu masih membuat aku bertahan sampai aku bisa menghubungkan diriku dengan dunia maya ini lewat ubuntu. :lol:

Mestinya sudah banyak ulasan serta tema tentang bagaimana caranya menyelaraskan modem dengan ubuntu. Tapi kebanyakan ulasan di media itu terlalu melebar sampai kemana-mana dan tidak spesifik seperti modem yang kumiliki. Padahal modemku merupakan modem yang dijual bundling dengan kartu CDMA starone dan sangat jarang ditemui di pasaran. Seperti yang saya utarakan pada postingan terdahulu bahwasanya aku mencari cara penyelarasan modem dengan mengunakan ubuntu. Langsung saja aku mulai bercerita tentang keberhasilan petualangan ini :mrgreen:

Langsung saja, merk dan type modemku adalah ivio iv-2000u. Dalam keadaan terpasang pada usb jalankan di terminal ubuntu dengan perintah

wvdialconf

seandainya tidak ada respon dengan perintah itu, coba beri perintah dengan mengetikan

sudo apt-get install wvdial

dan akan terjawab dengan tulisan

Scanning your serial ports for a modem.

WvModem<*1>: Cannot set information for serial port.

ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud

ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud

ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.

Modem Port Scan<*1>: S1 S2 S3

WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.

ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud

ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud

ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.

Sorry, no modem was detected! Is it in use by another program?

Did you configure it properly with setserial?

Please read the FAQ at http://open.nit.ca/wiki/?WvDial

If you still have problems, send mail to

kemudian ketikan perintah :

sudo apt-get install wvdial

hal ini bertujuan untuk memilih dan mensetting paket wvdial yang dipilih. Makan di terminal akan respon dengan membaca perintah kita maka akan keluar seperti ini :

Reading package lists… Done

Building dependency tree

Reading state information… Done

The following extra packages will be installed:

libuniconf4.6 libwvstreams4.6-base libwvstreams4.6-extras

The following NEW packages will be installed:

libuniconf4.6 libwvstreams4.6-base libwvstreams4.6-extras wvdial

0 upgraded, 4 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.

Need to get 0B/1.107kB of archives.

After this operation, 2.859kB of additional disk space will be used.

Prakonfigurasi paket … Y/n]?

Selanjutnya tekan Y. Hal ini mengisyaratkan kita menerima konfigurasi paket tersebut. Maka akan ada respon lagi seperti ini :

Memilih paket libwvstreams4.6-base yang sebelumnya tidak dipilih.

(Sedang membaca basis data …129801 berkas dan direktori telah terpasang.)

Sedang membuka paket libwvstreams4.6-base (dari …/libwvstreams4.6-base_4.6.1-1_i386.deb) …

Memilih paket libwvstreams4.6-extras yang sebelumnya tidak dipilih.

Sedang membuka paket libwvstreams4.6-extras (dari …/libwvstreams4.6-extras_4.6.1-1_i386.deb) …

Memilih paket libuniconf4.6 yang sebelumnya tidak dipilih.

Sedang membuka paket libuniconf4.6 (dari …/libuniconf4.6_4.6.1-1_i386.deb) …

Memilih paket wvdial yang sebelumnya tidak dipilih.

Sedang membuka paket wvdial (dari …/wvdial/wvdial_1.60.3_i386.deb) …

Processing triggers for man-db …

Sedang menyetel libwvstreams4.6-base (4.6.1-1) …

Sedang menyetel libwvstreams4.6-extras (4.6.1-1) …

Sedang menyetel libuniconf4.6 (4.6.1-1) …

Sedang menyetel wvdial (1.60.3) …

Sorry. You can retry the autodetection at any time by running “wvdialconf”.

(Or you can create /etc/wvdial.conf yourself.)

Processing triggers for libc-bin …

ldconfig deferred processing now taking place

Kemudian ketik perintah :

sudo gedit /etc/wvdial.conf

tujuannya untuk mengedit wvdial conf, maka akan keluar teks editor pada jendela lain. Isikan lah dengan perintah :

[Dialer Defaults]

Modem = /dev/ttyUSB0

Modem Type = USB Modem

Init1 = ATZE0Q0V1

Init2 = ATE0Q0V1

Init3 = AT

Init4 = ATQ0 V1 E1 S0=0 +FCLASS=0

Baud = 230400

FlowControl = CRTSCTS

ISDN = 0

Dial Command = ATDT

Phone = #777

Ask Password = 0

Username = starone

Password = indosat

Stupid Mode = 1

Auto DNS = 1

New PPPD = yes

Compuserve = 0

Auto Reconnect = on

selanjutya simpan teks editor itu. Namun pengisian variabel pada teks editor tersebut jangan sampai salah karena membuat proses dialing nya tidak jalan. Pengisian variabel modem dan modem type bisa dilihat pada hasil perintah ”sudo apt-get install wvdial”. Pada Baud diisi dengan speed koneksi internet yang terbaca. Pada windows biasanya terbaca 203,4 kbps. Sedang pada Phone, Username, dan Password isi dengan parameter dari masing-masing provider layanan internet.

Kembali pada terminal ubuntu tadi, tekan ctrl + c . Selanjutnya ketik perintah

sudo wvdial

perintah ini untuk memanggil (men-dial) modem kita agar terhubung di internet. Kalau masih belum konek, ketik perintah :

sudo apt-get install udo

perintah ini akan membawa kita pada setingan wvdial conf secara manual. Tekan lagi ctrl + c terus buat perintah lagi :

sudo wvdial

Kalau pas settingan nya akan keluar rumus-rumus di kotak terminal tersebut dengan rincian :

–> WvDial: Internet dialer version 1.60

–> Cannot get information for serial port.

–> Initializing modem.

–> Sending: ATZE0Q0V1

–> Sending: ATQ0

OK

–> Re-Sending: ATZE0Q0V1

OK

–> Cannot get information for serial port.

–> Initializing modem.

–> Sending: ATZE0Q0V1

–> Sending: ATQ0

OK

–> Re-Sending: ATZE0Q0V1

OK

–> Cannot get information for serial port.

–> Initializing modem.

–> Sending: ATZE0Q0V1

OK

–> Sending: ATE0Q0V1

OK

–> Sending: AT

OK

–> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 +FCLASS=0

OK

–> Modem initialized.

–> Sending: ATDT#777

–> Waiting for carrier.

ATDT#777

CONNECT

$DCON

$DCONTYPE:2,2

–> Carrier detected. Starting PPP immediately.

–> Starting pppd at Sun Aug 22 07:09:48 2010

–> Pid of pppd: 4837

–> Using interface ppp0

–> pppd: 0��

–> pppd: 0��

–> pppd: 0��

–> pppd: 0��

–> pppd: 0��

–> pppd: 0��

–> local IP address 10.245.97.241

–> pppd: 0��

–> remote IP address 10.64.64.64

–> pppd: 0��

–> primary DNS address 202.93.40.174

–> pppd: 0��

–> secondary DNS address 202.152.165.39

–> pppd: 0��

Berarti modem kita sudah konek ke internet dan kita bisa browsing.

Seandainya saat perintah ”sudo wvdial” gak mau konek ataupun keluar kode-kode aneh seperti di bawah ini, ……………………….. tekan ctrl + c dan ulangi men-dialnya lagi.

–> Modem initialized.

–> Sending: ATDT#777

–> Waiting for carrier.

ATDT#777

CONNECT

$DCON

$DCONTYPE:2,2

–> Carrier detected. Starting PPP immediately.

–> Unable to run /usr/sbin/pppd.

–> Check permissions, or specify a “PPPD Path” option in wvdial.conf.

~[7f]}#@!}!}!} }1}”}&} } } } }#}%B#}%}’}”Rn~~[7f]}#@!}!}”} }1}”}&} } } } #}%B#}%}’}”st~~[7f]}#@!}!}#} }1}”}&} } } } }#}%B#}%}’}”cz~~[7f]}#@!}!}$} 1}”}&} } } } }#}%B#}%}’}” H~~[7f]}#@!}!}%} }1}”}&} } } } #}%B#}%}’}”0F~~[7f]}#@!}!}&} }1}”}&} } } } }#}%B#}%}’}”[11]\~~7f]}#@!}!}’} }1}”}&} } } } }#}%B#}%}’}”[01]R~~[7f]}#@!}!}(} }1}”}≈} } } } }#}%B#}%}’}”}&0~~[7f]}#@!}!})} }1}”}&} } } } }#}%B#%}’}”}6>~~[7f]}#@!}!}*} }1}”}&} } } } }#}%B#}%}’}”7$~$DORMENT

Semoga bisa membantu, dan terus terang kode-kode perintah yang tersebut diatas sudah aku praktekan di ubuntu ku tapi jangan tanya arti dari kode-kode tersebut :shock: karena aku sendiri tidak tahu :lol:

sumber : http://sgharjono.wordpress.com/2010/08/22/setting-modem-ivio-iv-2000u-pada-ubuntu-10-04/#comment-2468

Kamis, 02 September 2010

SISTEM OPERASI LINUX

Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991.

Linux adalah suatu sistem operasi seperti halnya Windows, yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Linux dapat bersinergi secara baik dengan sistem operasi dan aplikasi yang lain, seperti Windows dan aplikasinya. Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS.

Satu hal yang membedakan Linux terhadap sistem operasi lainnya adalah, harga. Linux ini FREE (BEBAS). Berarti dapat diperbanyak, dan didistribusikan kembali tanpa harus membayar fee atau royalti kepada seseorang. Source code Linux tersedia bagi setiap orang. Hal ini telah menghasilkan suatu tingkat keterlibatan yang menakjubkan dari ribuan atau bahkan ratusan ribu orang di seluruh dunia. Kebebasan ini telah memungkinkan para vendor perangkat keras membuat driver untuk perangkat tertentu tanpa harus mendapatkan lisensi source code yang mahal, atau menandatangani non descructive agreement. Dan itu juga telah menyediakan kemungkinan bagi mahasiswa ilmu komputer di seluruh dunia untuk melihat ke dalam suatu sistem operasi yang nyata dan berkualitas komersial. Karena Linux itu tersedia secara bebas di Internet, berbagai vendor telah membuat suatu paket distribusi, yang dapat dianggap sebagai berbagai versi kemasan Linux. paket ini termasuk lingkungan Linux lengkap, perangkat lunak untuk instalasi, dan mungkin termasuk perangkat lunak khusus, dan dukungan khusus.

Seperti halnya Windows yg terdiri mulai Windows 3.1, Windows 95, Windows 98, Windows 2000, Windows ME, Windows XP, Windows Vista dan Windows 7 juga Linux terdiri dari berbagai macam distro (Linux Distribution). Adapun Top 5 distro Linux adalah :
1. Ubuntu2. Fedora
3. LinuxMint
4. Open Suse
5. PCLinuxOS

Saat ini warnet kami menggunakan distro Ubuntu 10.04 (Lucid Lynx) yang telah dimodifikasi sedemikian rupa (mirip Windows) untuk kebutuhan dan kemudahan para user di warnet kami.

Minggu, 25 Januari 2009

Download Youtube di PCLinux3D

Yaitu sebagai berikut:

Buka video yang anda ingin download melalui browser. Misalnya : http://www.youtube.com/watch?v=EBM854BTGL0
Klik tombol play di YouTube nya. Setelah itu klik pause (jika anda tidak ingin menontonnya sekarang).
Kenapa seperti ini? Karena ketika anda membuka halaman web tadi, file video dari YouTube tersebut belum di load. Dengan mengklik tombol play, maka videonya akan di load. Jika anda mengklik tombol pause, maka video tersebut tidak akan ditayangkan, tetapi file videonya tetap akan diload.
Tunggu sampai bar penunjuk load nya penuh.

Buka folder home lalu masuk ke direktori /tmp
Cari file yang bernama FlashXXXX, misal : Flash6058if, atau FlashfZnmQ6

Copy dan paste video tersebut kemana saja anda mau.
Silahkan ganti nama filenya misal menjadi : bukanporno.flv

Instal Canon Pixma IP1200 pada PCLinux3D

Driver Linux untuk Canon Pixma iP1200 memang tidak di sediakan oleh pihak Canon, tetapi jangan khawatir ternyata Driver Canon Pixma iP2200 compatible dengan Canon Pixma iP1200.

Berikut langkah langkah instalasi driver Canon Pixma iP1200 di PCLinux3D.

Install libxml1 via Package Manager (Synaptic)
Download driver Canon Pixma iP2200 di http://ftp.linux.kiev.ua/pub/Linux/drivers/Canon/pixma/iP2200_Linux_260.tar.gz
Extract driver Canon Pixma iP2200
tar -zxvf iP2200_Linux_260.tar.gzInstall cnijfilter-common-2.60-1.i386.rpm
rpm -iv cnijfilter-common-2.60-1.i386.rpmInstall cnijfilter-ip2200-2.60-1.i386.rpm
rpm -iv cnijfilter-ip2200-2.60-1.i386.rpmAdd Printer melalui Administration Center > Hardware > Set up the printer(s), the printer job queues,…
Ikuti langkah-langkahnya, pada waktu pilihan Printer Model pilih iP2200 Ver pada bagian paling bawah daftar printer Canon.
Done

Selasa, 13 Januari 2009

MECS.net, Warnet Linux Bebas Virus

Jumlah Client 9 unit, Distro Ubuntu 10.04 (Mirip Windows), Bebas Virus, Komputer Dual Core/RAM 2GB , Full AC, Koneksi Speedy, Printer, CD Burning, Scanner, Tutorial di setiap box. Rp.3000/jam.